Rabu, 25 Maret 2015

"jangan jadi budak di negeri sendiri"

Problematika maluku akan tanda kutip di baris kedua
"jangan jadi budak di negeri sendiri"
Ini yang sudah di terapkan oleh pemerintah,entah apa maksudnya.
ketika sending berujung the king,ekonomi atau apalah oke,tapi jangan di birokrasi aku takut jika kita orang maluku tidak menyadari akan hal ini,mungkin pemikiran anak kecil seperti saya terlalu heboh atau gila tapi marilah kita sejenak bernostalgia sebentar tentang negeri yang paling indah itu,khas negeri kita itu ada dua "mangael deng bakabong"
dimana perputaran uang tercepat ada di kota Ambon,tapi jangan lupa apabila kita terlalu sibuk melihat dapur ,mungkin kita tidak tahu apa yang terjadi di ruang tamu kita,mereka berdiskusi tentang All access penerapan hidden system yang profesional.
timur di anggap sebagai wadah untuk unjuk gigi,tapi kita merasa biasa saja.
lebih dari pada itu ada sesuatu yang sudah sepantasnya nyong" deng nona" maluku takore di hati par bagara,jang sampe eso lusa katong rasa laeng di nagri sandiri.
satu su lolos dong baku pange laeng par satu rumah deng katong,baibai orang rumah yang dapa user nanti.
Politik memang sadap maar dong lupa akang itu dar mana.

99s bloody years

99s bloody years
Luka yang katong kas tinggal par ana cucu
sampe kapanpun itu tar bisa ilang.
katanya pas tahun 2011 antua ini "Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla" jadi bapak perdamaian par Maluku.
itu cuma di kartas putih bilang bagitu deng gong perdamaian akang manyala di tarang lampu malam hari,dong tartau kata masih bagitu saja.
bajalang kalo bukang di katong pu satu tali rasa laeng bagitu pun sebaliknya.
bukang antua di atas tadi yang bisa kas damai tapi katong sandiri yang bisa kas damai akang,kalo maluku su damai beta jamin dunia pasti damai.
karena yang beta pu tau itu jantung dunia ada di Maluku.
bukang masalah jatong lalu badiri lai,sejarah memang rata-rata tentang pengkhianatan,sapa yang ada di balik ini samua mudah-mudahan masih bisa hela nafas.
tapi beta jamin kalo samua orang maluku tau hal itu su rasa akang pu stengah mati pas konflik,biar dana pembangunan barapapul banya turung di maluku sama saja,tar bisa bayar aer mata yang waktu itu akang balandong.
Mare Pemuda-Pemudi Maluku katong Bangun Satu Kali lai katong pung MALUKU yang lebe bai,karena orang luar tartau apapa deng yang pas hari itu katong samua rasa.

Selasa, 25 Februari 2014

Pahlawan,aku berterima kasih lewat pintu belakang.

Aku tak tahu sampai saat ini,apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran mereka ???
Mereka anak muda bangsa yang seakan pura-pura tuli.
Sungguh miris generasi tua mengajarkan yang muda untuk berbuat seperti itu juga.
pahlawan seakan diinjak-injak derajatnya saat ini,kala mereka berperang dan mengorbankan jiwa raga untuk bangsa ini,apakah kalian lupa?
siapa yang memegang senapan dan siapa yang kini di tembak.?
tak tahu malu,ataukah malu kalian sudah di tutup dengan harta,tahta atau wanita pula.
lugu seakan tak berdosa melihat anjing berkeliaran mencari makanan.
bersikeras di penuhi ambisi sebut saja kau curang,iya kan.
memang aku anak muda bodoh yang sedang menulis ini.
menulis kebodohan di balik kesalahan tak istimewa bangsa kita.
kesalahan yang sampai detik ini tak terbenarkan oleh waktu.
tak ada siapa di balik kita ataupun dia,tega-teganya membuat janji tak ditepati bahkan di khianati.
menggonggong di kursi empuk,satu saat kita semua bakalan tahu apa hebatnya negeri ini.
tanpa orang tua dan cerita sesungguhnya.
Salam syahadat Indonesiaku......

Sabtu, 22 Februari 2014

Seperti Mimpi

Indahnya masa muda yang kini perlahan ku jejaki bersamaan dengan impian.
Harapan dari orang tua adalah menginginkan anaknya dapat sarjana plus dapat kerja,itu aja rata-rata.
tapi bukankah masa depan tidak di lihat dari pendidikannya.
atau apakah garis tangan dan jalan hidupnya.
dan lebihnya keberuntungan,keberanian,kejujuran,kesabaran serta kerja keras yang di baringi doa.
agar semua urusan dapat di mudahkan.jalannya.

Indonesiaku

Anak bangsa berteriak di telingamu indonesia.
sungguh keji kaum ini saling membunuh dan memfitnah sesamanya.
benar kesalahan Soekarno membuat bangsa ini merdeka.
dulu orang berjuang melawan penjajah dan kini kita melawan kaum kita sendiri.
Seakan kita lupa mereka,Pahlawan yang berjuang mati-matian di medan pernag hingga titik darah terakhir hanya untukmu Indonesia.
Tapi apa semua hanyalah cerita masa lalu,kini mereka tinggal sampah yang telah rapuh terombang-ambing oleh keganasan kehidupan yang riuh tingginya terdengar keras.
Mereka kini sudah di buang,di tindas,tak di pedulikan.
seakan budi baik mereka kala itu terlupakan.
Aku sedih melihat tingkah orang-orang yang tak bermoral dan tak punya hati,sungguh teganya dia melakukan hal yang sekeji itu.
kalian tak tahu betapa sakitnya hati mereka...
bagaimana bangsa ini mau di kedepankan kalo yang tua mengajarkanseperti itu untuk yang muda.
Makanya kami pemuda indonesia dengan perubahan jaman yang kian drastis tak ada lagi kata yang tua mengajarkan yang muda melainkan yang muda mengajarkan yang tua.


Kamis, 20 Februari 2014

lagu indah di balik merdunya indonesiaku

Nada-nada indah menghampiriku pagi ini terhias awan indah di balik senyum mentari.
cuaca pagi ini ku hirup dengan segarnya.
ku sapa lagi bumi ini.
Hai..
Oh negeriku..
Aku ingin duduk di sampingmu kembali,mendengar nada-nada itu yang selalu kau mainkan tiap hari.
Aku tak pernah  bosan mendengarnya,mendengar nyanyianmu yang timbul dari alam yang natural.
sungguh instrumen musikyang tak ada habisnya.

Rabu, 19 Februari 2014

Haus akan persatuan di negeri kita

Mungkin semua orang pernah berpikir....
Apalah kita generasi yang mampu melanjutkan perjuangan bangsa ini dengan melawan kaumnya sendiri?
begitukah rasa berterima kasih anda pada bangsa yang pernah menggendongmu dan menyusuimu hingga kau tertidur di pangkuannya dengan nyenyak.
Itulah kesaksian sebenarnya dari sejarah ataupun segalanya yang pernah terkuak di depan mata kita atau segala yang pernah terjadi sebelumnya.
Kilauan indahnya pelangi dan begitu sempurna negeri ini saat kau lihat anak negeri tersenyum dan bangga terhadap bangsanya.
jangan menyerah sehingga sedih tak mau datang lagi,pemuda bangsa ini haus akan persatuan hingga kini inspirasi tersebut masih tersendat di otak kita.
betul,terlalu keras hidup ini kadang sisi gelap dan terang susah kita pilih.
untuk menentukan jati diri.
jati diri kita dan bangsa yang besar ini..
bangsa Indonesia....